kisah ta'aruf kami
***
Buah dan Berkah Silaturahim
Tak pernah ada yang menyangka kejadian itu mengantarkan aku kedalam suka dukanya sebuah taaruf sampai menuju pernikahan. Siapa yang mengira pertemuanku dengan salah seorang dosen sebuah perguruan tinggi swasta membawa berkah padaku..
“Alhamdulillah, gimana kabar mbak ana??”tanya beliau mengenai keadaan kakak iparku
“Alhamdulillah sehat, beliau sudah melahirkan anak yang ke 4” ucapku
“waaah…beliau hebat ya… produksi terusss… kapan nih adiknya menyusul? Si fulanah hari ahad menikah loh…ucapnya kembali
Aku hanya tersenyum mendengarnya dan menanggapi pertanyaan beliau dengan guyon“ hmmm.. kapan ya bu… iya nih belum dijemput-jemput sampe sekarang…padahal udah mau, tapi keduluan sama adik kelas melulu hihi”
“oo udah pengen ya, kenapa gak bilang kekakakmu kan beliau aktivis disebuah partai relasinya banyak”
“hehe… masih di bilang anak kecil sih bu…” jawabku seadanya
“ok nanti kita ngobrol lagi ya..ibu ada ujian untuk akreditasi dosen hari ini.. duluan… assalamu’alaikum” pamitnya setelah kami bertukar no telp.
***
Pengajuan proposal ta’aruf
Kurang lebih 2 pekan telah berlalu…aku sedang membantu ibuku beres-beres rumah, hp-pun berbunyi dan kubaca isi sms itu
“asw,nrl ibu tngg dkmpz jm 1 siang ni tlg bw data plus foto klo bs yg jelas y fotox”
Gemetar tanganku membaca sms itu, entah ekspresi apa yang keluar dari wajahku saat itu, pucat pasi kah, bahagia kah?? Yang jelas aku degdegan.
Tak lama setelah membaca sms itu akupun bergegas berangkat kekampus. Dengan harap-harap cemas aku berjalan didalam koridor fakultas. Menunggu dosenku yang sedang mengajar di kelas.
30 menit aku menanti, akhirnya dosenku datang juga.
“ini bu” jawabku setelah mengucapkan salam sembari gugup aku memberikan data itu.
“ibu terima ya, nurul sekarang berdo’a aja. Istikharah siapa tau ini jodohnya yang terbaik dari Allah, tapi maaf data ikhwannya tertinggal dirumah kalo mau nanti sore datang kerumah ya ” ucapnya.
Aku mengiyakan dan langsung beranjak pulang.
Sore harinya menjelang maghrib aku pergi kerumah dosenku itu diantar oleh adikku untuk mengambil data itu. Tak lupa dosenku itu mengulangi ucapannya tadi siang dikampus dan aku hanya mengiyakan. Aku menerima data itu dengan harap-harap cemas, ingin rasanya aku pulang dan membuka isi dari amplop coklat ini. Yang aku fikirkan saat itu. “Orangnya seperti apa ya???cakep gak ya..??”
***
Ikhwan itu mengundurkan diri
“Oooo.. dia toh orangnya, hm..tapi qo rasanya kurang sreg ya…namun dengan bismillah akupun maju”.bisik bathinku.
Aku menceritakan semuanya kepada kedua orang tuaku. Dan akhirnya ibuku ingin bertemu dengannya. Aku mengirimkan sms kepada dosenku karena beliau yang menjadi perantara ta’arufku.
“Asw.bu, af1 kpn y kputusn dr ikh1 itu kan data nrl udh lama da dibeliau. Ortu nanyain dan pingin ktemu dlu ktny. Jzk.y bu was” beberapa saat hpku berbunyi dan yes terkirim.
“insyaAllah, ahad qt krmh y. smpaikn sm ortu drmh” itu jwbn smsnya.
Pertemuan di bulan april itu tanpa kesan, ortuku ragu. dua pekan batas waktu yang ikhwan itu ajukan. Namun entah apa yang aku rasakan. Aku hanya bisa diam dan berdoa dibalik semuanya Allah lah yang menjadi tempatku berlari. Tapi aku berusaha meyakinkan mereka.
“bu, mudah2n ini yang terbaik menurut Allah, kalo bukan yang terbaik pasti Allah akan nunjukin jalan untuk kita. Ya nurul mah pasrah weh.”
Ibuku hanya diam tak menanggapi jawabanku.
Ikhwan itu belum jelas keputusannya, ada kemungkinan mundur.
Sabtu pagi dikampus.
“gimana wi??tanya rani padaku,teman2ku dkampuz memanggilku dengan sebutan dwi
“gak tau ran.. besok keputusannya, tapi aku udah gak yakin sih… soalnya ada yang aneh sama kejadian hari ini.” Jawabku panjang lebar sambil ngos-ngosan hehe kaya abis lari dilapangan bola.
“gak yakin kenapa emangnya” Tanyanya kembali.
“iya tadi pagi pas aku tanya sama dosen itu tentang kelanjutannya, qo gak ada kabar selama 2 pekan ini gitu. Eh dosen itu malah bilang mau ketemu sama my brother. Gak tau mau ngomongin apa. Ikhwannya mundur kali” jawabku dengan nada tak semangat..sambil celingukan saat tatsqif pandanganku beralih pada seseorang… hihi gak ghaudul bashor.
Sosok itu ada di belakang kang oki temen seaktivitasku di Kammi. Siapa ya?” ih da ikhwan ngeliatin seperti mencari seseorang….”ih tu ikhwan ngapain juga liat-liat” bisikku… tak kupedulikan ikhwan itu dan ku terus fokuskan obrolanku dengan Rani. Entah materi tatsqif apa yang disampaikan oleh ustadz itu. kajian tasqif yang pekanan itu dengan berbagai materi tsaqofah, skill da’wah, juga ada acara training pra nikah. Saat itu di mesjid kampus acara dihadiri oleh berbagai lembaga da’wah, banyak para aktifis kampus, termasuk dia juga hadir yang nanti menjadi calon suamiku
***
Rahasia jodoh itu skenario dari Alloh swt
“gimana mas ikhwannya mundur ya??”.tanyaku tidak sabar kepada kakak laki-lakiku satu-satunya.
“hm…sabar ya mungkin emang bukan jodohnya,ikhwannya mundur, entah dengan alasan apa yang jelas hawatir kedepannya tidak bisa membahagiakan kamu”. Ucapnya datar.
“ooo…gitu yaudahlah gak apa-apa, kapan-kapan lagi aja mengajukannya”. Ucapku dengan wajah tertunduk.
“eh nanti dulu, nih..” kakak iparku memberikan secarik kertas padaku.akupun membukanya, dan apa yang kulihat, sebuah data ta’aruf sederhana dengan foto ukuran mini alias 2x3 hihi…
Ternyata ada data baru seorang ikhwan yang mengajukan diri untuk taaruf denganku, kata kakakku dia seorang guru Tahfizh Qur’an dan masih kuliah beasiswa yang sama di kampus denganku namun beda jurusannya.
“ooo yang tadi ada dikampuz waktu tasqif, selintas aku melihatnya … eh iya bukan ya?”
“ooo mungkin tadi ketemu dikampus, mungkin sesudah ngobrol sama mas tadi pagi pas ngasih biodata, dia langsung ke kampus ikut kajian tasqif. Nah ini jauh lebih bagus, kalo yang dulu dia hanya pandai dengan bahasa arab walaupun pasif sedangkan ini faham isi Al-qur’an dan hafal keseluruhan ayat Al-qur’annya loh” . ucap kakakku berapi-api kaya mau orasi dilapangan aja haha.
Aku hanya diam melongo mendengarkan penjelasan kakakku.
***
Aku hanya ingin mengadu pada-Mu
Di awal mei 2010 aku menulis curhat, hanya ingin mengadukan segala keluh kesah ini.
Bismillahirrahmanirrahim…
Allahumma Ya Rabb.. betapa besar kasih sayang Mu.. sehingga hingga detik ini Engkau masih memberikanku kesempatan untuk hidup dan masih bisa berjalan menapaki jalan-jalan dakwahMu..
Rabb.. apakah aku pantas seperti Khadijah?? Yang bisa memberi ketenangan kepada Rasulullah… apakah aku bisa seperti Aisyah.. yang bisa memberikan belas kasih sehingga Muhammad jatuh Cinta padanya setelah Khadijah wafat…
Ada beberapa lagi ungkapan.. apa aku pantaskah…??? Kali ini bersanding dengan seorang hambaMu yang selalu menjunjung tinggi kalimatMu, membaca bahkan menghapal tulisan demi tulisan, bait demii bait dari surat cintaMu…
Ya Rabb… seandainya memang dia-lah orang yang akan menjadi Qowam dalam keluargaku kelak… seandainya memang dia-lah orang yang berisikan dari setengah dien ini.. untuk menggenapkan dien ini… seandainya memang dia-lah orang yang akan mengajak hamba untuk selalu beribadah kepadaMu.. mengajak Hamba untuk bisa terus berjalan di jalan dakwahMu.. orang yang akan membawa hamba menuju cita-cita setiap umat muslim.. menuju surga dunia akhirat… Mudahkanlah segala urusan ini, mudahkanlah rezeki kami, berikan kelancaran… Amiiiiiin
***
Tak terasa usiaku beranjak 22 tahun, hampir semua dari sahabat-sahabatku telah menikah dan punya anak,, aku tidak iri. Aku pun gak begitu ngebet untuk menikah tahun ini juga pada saat sekarang, hehe.. kenapa? karena mungkin aku ngebetnya tahun lalu kali ya…!!!
Ya.. aku mulai ikhtiar dari sekarang berawal dari mengirimkan data diri melalui dosenku dikampuz.. ikhwan yang pertama mengundurkan diri, aku juga keluargaku sempat kecewa, tapi yah apa mau dikata mungkin dia bukan jodohku.
Aku sempat terkaget-kaget ketika dibalik alasan ikhwan 1 mengundrkan diri tenyata ada satu ikhwan lagi yang mengajukan diri..??!!
Aku tak kenal beliau, tapi beliau kenal aku katanya.. bingungkan?? Aku mendapatkan 2 lembar data pribadinya yang berisi;
- CURICULLUM VITAE
- Nama Lengkap : Heri Mahbub Nugraha
- Nama Panggilan : Heri / Mahbub
- Tempat/ Tanggal Lahir : tasikmalaya/ 8 Oktober 19XX
- Status : Lajang / belum menikah
- Alamat asal : Kp. Jalan cagak kec. Nagrek Kab. Bandung
- Alamat sekarang : jl. Tirta Indah III 07/12 Rancabentang cibeureum Cimahi.
- No Telp/ Hp : 022-6011899 / 085221828xxx
- Pendidikan : Ma’had Tahfizh Qur’an Utsman Bin Affan Jakarta
- Aktivitas : Guru ( Tahfizh Qur’an) SMPIT Baitul Anshor Cimahi
…. Bla..bla…bla..
Aku hanya bisa liat orangnya dari foto yang hanya pas foto ukuran 2x3 iiih ngirit amat.. mana keliatan jelas. Foto yang biasa untuk ijazah tanpa ekspresi.
Keterangan yang lain adalah bliau seorang hafidz.. gak salah tuh? aku kan bukan seorang penghafal Qur’an apalagi hafidzah.
***
Taaruf yang berkah dan indah
Saya kaget ketika taaruf . pertemuan pertama dengan calon suamiku di rumah Bu Dosen, taaruf dibuka oleh suaminya bu dosen, sedang aku ditemani kakaku, sedangkan dia sendiri karena rumahnya yang dekat dengan tempat taaruf. Suasana begitu khusu dan khidmat sesekali kami semua tersenyum untuk mengurangi ketegangan. Setelah berawal dari data yang saya terima, ada seorang hafidz yang mengajukan datanya duluan. Ragu?? iya.. siapa saya, hanya seorang aktivis dakwah yang notabene tidak seidealis para jilbaber lain. siapakah saya..?? seseorang yang masih banyak kurangnya.. kurang tinggi, kurang pinter,, kurang rajin… kurang banyak hafalan, kurang pede, kurang banyak kerjaan alias banyak becanda dll..tapi itulah saya. Tak ada yang berubah.. apa adanya..
Tak pernah sekalipun saya bermimpi atau bercita-cita menikah atau berencana menikah dengan seorang hafidz. Dikala para akhwat sedang ngumpul bareng (saya bersama sahabat- sahabat se-LQ) kami pernah membincangkan soal ikhwan idaman, pertanyaannya adalah ikhwan yang seperti apa yang ukhti inginkan???
Jawaban dari akhwat yang pertama: yang sholeh,
Akhwat yang kedua : hampir sama dengan akhwat pertama, tetapi tambahannya : ingin dapet seorang hafidz..
Akhwat yang ketiga : yang sholeh, bertanggung jawab untuk keluarga, istri dan anak, yang bisa menjadi qowam dan membimbing keluarganya untuk selalu terus mengingat Allah, menjadi partner dakwah, dll.tambahannya adalah.. saya seorang yang realistis, mana mau ikhwan yang hafidz mau dengan saya, karena saya bukan hafidzah.. hafalan saya masih dibawah 1 juz, klo suatu saat ternyata Allah mengizinkan, maka itu adalah nilai plus dan rezeki dari Allah. (Akhwat ketiga itu adalah saya).
Balik lagi dengan taaruf yang mengejutkan.Subhanallah semua orang meyakinkan saya.. bahwa mungkin inilah jodoh saya..mungkin inilah jawaban dari semua doa2 saya.. mendapatkan ikhwan sholeh, yang bisa membimbing saya untuk selalu dekat dengan Rabbnya.. yang bisa membawa saya menuju surga dunia wal akhirat, yang bisa menjadi qowam untuk keluarganya..
Tak ada alasan saya untuk menolak ikhwan ini.. karena semua orang meyakinkan saya, akhirnya dengan bismillah saya tsiqoh. Saat taaruf ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh ikhwan calon suamiku,terkait visi misi menikah,latarbelakang juga kuliahnya, diantaranya;
1. apakah dwi nurul bisa n pintar memasak apa saja??
Jawabku : insyaAllah bisa masak tapi yang ringan2, bisa masak bukan berarti pintar masak.. kalau ditanya bisa masak apa z.. tumis2,oseng2, hehe Cuma gak jago aja.
2. Bagaimana untuk tanggungan biaya p’kuliahan dwi nurul n tinggal nanti?
Jawabku: biaya kuliah insyaAllah masih dalam tanggungan ibu… Allah memberikan kemudahan insyaAllah.. ibu ana hanya menyampaikan “kuliah kalo bisa harus selesai jangan sampe berhenti ditengah jalan.. utk uang kuliah ibu yang nanggung, tapi untuk uang berumah tangga.. suami nanti yang cari sendiri..”
3. Bagaimana dalam menghafal Qur’an, berapa baris kemampuan perharinya?? Atw enaknya metode apa dgn cara apa yang cocok buat ukhti?
Jawabku : hafalanku masih kurang, saya bukan tipe orang yang focus terhadap 1 lahan.. jadi ketika menghafal saya bisa focus kebeberapa hal.. kalo menghafal, saya seneng di tempat yang sepi.. metodenya apa ya?? Saya sendiri gak faham.. tapi mungkin kalo udh ada yang nemenin mah beda lagi ceritanya. Insyaalloh.
4. Kapan target menikah? ini pertanyaan saya yang targetnya paling cepat agustus, telatnya ba’da Ramadhon 2010….
Jawabku : sejak dari tahun lalu saya sudah berfikir untuk menikah, tapi karena tahun lalu saya masih ragu.. dan kesiapan itu timbul saat sekarang akhirnya data taaruf menuju persiapan nikah itu sampe juga ke akang.. ya saya juga berharap sebelum ramadhan, gak usah dengan acara yang mewah, tetapi dengan sederhana pun gak jadi masalah. . tapi saya dari awal sudah bilang sama akang, bahwa saya tsiqoh.. klo gak gitu.. masa saya harus ‘keukeuh’ minta menikah sekarang,, kan gak bagus.. Jadi saya menunggu Seseorang itu datang menjemput saya secepatnya.
“Pernikahan dapat menyatukan dua kekuatan… Saling melengkapi. Pernikahan akan membawa kedua belah pihak untuk saling melindungi dengan watak, tabiat dan kepribadian masing-masing. Rumah tangga merupakan perpaduan dari perbedaan kecakapan, kecerdasan, ketrampilan, kemampuan kerja, berfikir dan sebagainya.
Pernikahan membutuhkan kesiapan dan kesadaran untuk menerima hak dan kewajiban. Perpaduan dalam pernikahan merupakan kerja sama dalam mempersamakan kedudukan dan memisahkan tugas antara suami dan istri, dimana satu sama lain adalah perhiasan bagi masing-masing.
Saya menyadari, bahwa menikah itu tidaklah mudah. Akan ada masa suka dan juga duka dalam Rumah Tangga. Akan ada tawa dan juga tangis. Tetapi…, demikianlah sunnatullah dalam kehidupan.”
Ya Allah, Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami, Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci. Ya Allah, Andai semua itu tak layak bagi kami, Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridhoMu.
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci. Ya Allah, Andai semua itu tak layak bagi kami, Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridhoMu.
Aamiin Allahumma aamiin.
***
Kamarku, 18 June 2010
Penantian seorang calon istri
Remuk redam… bisakah kita melewati semua ini??
Bathinku berperang,aqad pernikahanku ditunda… ayo aku masih punya iman..aku yakin ketika kau bisa melewati jalan dakwah ini yang medannya jauh lebih terjal.. maka untuk hal inipun kau pasti bisa…
Pengorbanan..pernahkah aku berkorban??
Entah kenapa untuk hal yang satu ini aku rela berkorban…
Ketika aku kecewa.. pernahkah aku marah lama.. bahkan perasaan itupun seolah sirna.. berusaha untuk selalu memahami, mengerti..dan aku berusaha mengalah..tak kuperpanjang semua…
Zulaikha bisa sabar menanti yusuf datang kenapa aku tidak bisa…
Hawa pun dipisahkan lama sampe akhirnya bertemu dengan adam kenapa aku yang hanya beberapa bulan tidak bisa…
Ya Rabb… berharap keluargaku faham..agar menyegerakan akad ni..
Sabar dalam komitmen, sabar dalan setiap penantian.. dan sabar dalam ujian, itulah yang kurasakan dalam penantian setelah proses taarufku lancar, dan siap ke pernikahan.
Bagiku ujian ini cukup berat, karena tidak hanya logika dan perasaanku yang berperan, namun semua panca indera ku pun ikut berperan..
Ya Rabb.. mudahkan..mudahkan.. dalam penantian ini..
Tidak hanya aku disini yang harap-harap cemas, melainkan mujahidku juga…
Berfikir bahwa ini ujian awal kita… apakah kita bisa melewati semuanya dengan fikiran tenang.. dan menyikapinya jauh lebih dewasa, seandainya ini semua bisa terlampaui.. maka kita berhasil.. dan ujian yang didepanpun akan terlewati dengan mudah.
Bismillah kita pasti bisa melewatinya bersama…seperti kata dia.. ”siap bertanggung jawab menjadi qowam, siap menjadi langit yang akan menaungiku,siap menjadi pagar yang akan menjagaku, siap menjadi gembala yang akan membimbing kemana langkahku, siap menjadi guru yang akan mendidik keluargaku, dan siap menjadi tempat bermain dan tempat dimana aku bisa bermanja-manja.”. aku menantinya..aku yakin mujahidku akan menepati janji itu.. akan meredakan semua kepanikanku saat ini..
Ya Rabb.. lindungi selalu dia dimanapun dia berada.. jaga dan mudahkan langkahnya.. karena aku disini merindukannya.. merindukan seseorang yang akan mengajakku bertemu dangan Rabbnya.. bersama-sama berjalan menuju surgaNya.. aminn.
***
Menuju Pernikahan
Ya Rabb, tak terasa sudah bulan september lagi…
Ya saat ni aku sedang menghitung hari, rasa cemasku semakin menjadi-jadi. Semakin dekat, rasa cemas itu semakin berdegup. Rabb kuatkan selalu hamba.
39 hari lagi… waktu yang cukup lama aku dan dia menantinya.hm… jujur aku iri pada temanku yang lain. Proses mereka begitu cepat, persiapan mereka hanya 1 bulan. Sedangkan kami… 4 bulan. Dan 2 bulan telah terlewati. Hupht, berharap Engkau selalu mendengar doa-doa kami.
Kami yakin pada janjimu ya Alloh ya rabbal alamiin.
Inilah proses taaruf kami, kisah taarufku yang begitu menguras energi perasaanku, menyita seluruh perhatianku selama 3 bulan.
Berawal di bulan mei pertemuanku dengan dia, sebuah kejutan dari Alloh swt, data taaruf yang tak kusangka. Itulah taaruf yang berkah dan indah serta sukses dalam kehidupanku.
Lalu bulan juni pertemuan antara orang tuaku dan orang tua dia, untuk membahas pernikahan kami,
Namun bukan di bulan agustus, tapi setelah ramadhan yaitu Oktober.
Langkah selanjutnya, setelah taaruf, maka kami khitbah dulu di bulan juli, tepatnya ahad 11 juli 2010. Maka penantian pun begitu indah dan banyak ujian dalam perjalanan suci kami.
Kami menjalani proses taaruf dengan bekal keyakinan, Alloh akan memudahkan jalan kami, Alloh akan memberikan pertolongan pada niat suci kami, Alloh akan menguatkan langkah perjuangan kami, menguatkan keistiqomahan kami untuk selalu berada di jalan da’wahNya.
Dan aqad ijab qobul di pelaminan, pada hari sabtu 9 Oktober 2010 adalah buktiNya. Amiin
Data PRIBADI |
Nama Lengkap : Dwi Nurul Hasanah
Nama Panggian : Dwi / Nurul
TTL : Bandung, 31 Desember 19XX
Alamat : Jl.Raya Cibabat
HP : 085220100xxx
Status : Menikah (tanggal 9 Oktober 2010)
Suami : Heri Mahbub Nugraha
Pendidikan :
1
|
Perguruan Tinggi
|
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG –UNISBA- Jurusan KEUANGAN PERBANKAN
|
2008- SEKARANG
|

assalam...
BalasHapusiseng2 buka...tb2 nyampe k blog anti,,
subhanallah ceritanya...
baca+liat fotonya bnr2 bwt terharu (padahal an tipe jarang bs nangis)... ^^
smg mnjadi keluarga samara dan ttep istiqomah,
-salam ukhuwah- ^_____^
jazakillah semoga qt bisa saling meneruskan ukhuwah... serta silaturahim membawa qt berjumpa di jannahNya...
BalasHapusamin atas doanya syukron ukhti..
Assalamu'alaikum..
BalasHapusSubhanallah,, semua indah pada waktunya :)
Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah, warahmah...
Amin
salam ukhuwah
@evadolphin: amiiin jazakumullah salam ukhuwah kembali
BalasHapusSubhanallah..
BalasHapussemoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah Ka ^^
salam kenal :)
@Tri Sulistiya Ningsih : amiiin jazakillah.. maaf baru sempat balas dan buka blog lagi salam kenal juga
BalasHapusedisi lupa pasword hehe..
MasyaAllah,,,, (y)
BalasHapussubhanallah... kisahnya luar biasa kak, salam ukhuwah :)
BalasHapusHampir sama,kisah taaruf yg akan saya jalani,smg jg diberikan kemudahan dan lelancaran
BalasHapusSubhanallah... tak disangka bisa berkunjung ke blog mba. alhamdulillah, semoga kisah mba bisa menjadi inspirasi dan menguatkan keyakinan saya tentang ta'aruf. :)
BalasHapuso ya, salam kenal mba.
Hi brides & grooms to be, lagi cari gedung utk acara pernikahan di Kota Bandung? Gedung HIS Balai Sartika Convention Hall bisa jadi pilihan kamu loh karena sekarang udh full carpet & lampu chandelier. Selain itu HIS Balai Sartika Convention Hall juga menyediakan paket pernikahan yang fleksibel dan pilihan vendornya ada banyak banget, bisa pilih sesuai keinginan kamu. Ohya, sekarang lagi ada promo menarik juga loh yaitu CASHBACK dan HONEYMOON PACKAGE! Untuk informasi lengkapnya, hubungin aja Tresna (+6281312214233), FREE KONSULTASI!!
BalasHapusDear brides and grooms to be
BalasHapusSalam hangat dari HIS Seskoad Grand Ballroom Bandung.
Kami dengan bangga mempersembahkan venue terbaru kami yaitu “HIS Seskoad Grand Ballroom”, Gedung seskoad yang berletak strategis nan mewah yang menjadi favorit para calon pengantin ini kini berada di naungan HIS, untuk itu fasilitas yang terdapat di gedung seskoad grand ballroom kini berstandard seperti gedung HIS lainnya, “Ballroom full karpet eksklusif, AC, Lampu Kristal, dan design ruangan yang elegan&mewah”. Selain gedung, kami juga bekerjasama dengan banyak pilihan vendor ternama di Bandung, mulai dari catering, busana&MUA, dekorasi, music & entertainment, fotografi&videografi, MC, wedding car, hingga pelayanan yang kami miliki untuk membantu calon pengantin dari awal sampai akhir yaitu, Wedding Public Relations, Wedding Planner, dan Wedding Executor. Dengan sistem “One Stop Wedding Service”, Kami pastikan akan memberikan pelayanan terbaik dalam membantu dari awal hingga di hari Bahagia akang teteh
Untuk itu kami mengundang akang teteh calon pengantin, untuk datang ke pre-launching HIS Seskoad Ballroom kami, dan segera dapatkan HARGA PRE-LAUNCHING yang pasti akan sangat worth it dengan fasilitas dan pelayanan yang kami berikan serta BONUS FANTASTIS! untuk akang teteh calon pengantin Cuma di HIS SESKOAD GRAND BALLROOM.
For more info and detail call :
Wedding Public Relations HIS Seskoad Grand Ballroom
Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung.
TELP & (WA) : +628112141300
INSTAGRAM : @his_seskoad
See u brides and grooms to be!
-HIS Wedding Venue Organizer-