Ayah Hagia, Dehfans dan menulis (eps 4 habis)

Tes bilirubin, Hagia kuning dan harus dirawat tepat hari Aqiqah, hari ke 7, karena siang kontrol ke RS IMC, tapi gak mau dirawat, dan menulis surat penolakan ke RS, Bunda dan Nenek yang ngantar ke RS yang cukup jauh dari Rumah, Ayah kerja jadi cutinya besoknya pas Syukuran Aqiqah. Nenek setia menemani sampai H+10, undangan Syukuran Aqiqah hadir sekitar 50 orang, dengan dibagi waktunya, sesuai protokol kesehatan, dan bersyukur acara lancar dan barokah. 
de Hagia melewati usia pekan pertama di dunia, dipekan saat pilpres di Amerika denga. kekalahan Donald Trump, di Pekan datangnya kembali Habib Riziek Syihab, tepat hari pahlawan setelah 3,5 tahun di Arab. lahir di pekan fenomena Pandemi yang makin belum jelas ujungnya. lahir di pekan saat Ayah Hagia banyak menulis, membaca, lancar keyword di Hp mengetik di notepad, mengalir menceritakan kisah lahirnya hagia sofia m.

Apa pekerjaannya Ayah Hagia? bukan Pns, pejabat, tetap bekerja saja, saat ini fokus di perusahaan penerbitan Quran, sejak Awal pandemik WFH, Shift kerja, sampai di pekan  lahirnya Hagia kembali WFO. gak berlaku lagi WFH dikantornya. sebenarnya ada mengajar, dakwah dll, jadi kerja kewajiban, sambilan memanfaatkan waktu, supaya berkah. 

Sepanjang begadang dan jaga Hagia, Ayah banyak menulis, mencari momen dan ide yang pas untuk menulis, terutama Moodnya, menulis apa saja dulu, pernah 3 kali masuk nominasi lomba menulis, yang terakhir di 2013, lomba menulis artikel di acara islamic Polban, juara ke 3, itu level se jawabarat. lalu Juara harapan 2 di acara BookFair, tema tulisan tentang keluarga, levelnya Nasional, salah satu jurinya itu KH Bahtiar Natsir. ustaz yang sering isi kajian tentang Ke Surga sekeluarga. 

Menulis, hanya iseng, belum ditekuni serius apalagi membuat buku, walaupun menyusun buku tajwid pernah direncanakan, lalu vakum hampir 7 Tahun, justru karena kerja di dunia penerbitan, percetakan Al Quran. dunia zona nyaman, hikmah pandemik buat belajar lagi, baca buku lagi, fikiran bergerak, ubun ubun menyala, ok ditengah kesibukan, sejak Wfh mulai sekarang Ayah Gia harus menulis lagi. Semangatt. 

Tidak perlu bakat, jika latihan dan potensi terpendam digali, Nulis aja, akan mengalir.
Jika Ayah Gia memang visual yang kuat jadikan bekal untuk menulis, karena bukan auditorial, bunda gia yang senang cerita, lisannya gak bisa berhenti kalau bicara, jika keluar cerewetnya minta ampuun, mungkin mirip bibi hoho. 

Ayah Gia Visual kinestetik, suka membaca dibanding mendengar, saat dengar ceramah/kajian, suka gerak2 sesuatu, alihkan dengan menulis solusinya. pernah ditegur saat sekolah, guru menerangkan tapi corat coret nulis2 sendiri. itulah bosen menanti kelahiran Gia karena lilitan ari2, juga saat hamil Gia, dirumah aja, mood nulis datang lagi, aura penulis ujug2 timbul, saat karantina PSBB apa kerjaannya? ya baca, literasi, bekalnya harus banyak baca dulu, daripada banyak baca WA, Broadcast Hoax, gak jelas literasinya, 
ya baca dan nulis aja, tulislah apa yang ada di perasaan, Tulis apa yang ada di fikiran, ini hanya untuk menyemangati aja hehee

*Ayah, Buku dan Quran*
Novel dunia Sophie karya joestein gardner, pernah dibacanya, novel filsafat yang disenangix sejak remaja,saat di Calingcing entah dari mana buku itu tapi masih ingat karena agak berat isinya tapi menarik, gak terlalu kutu buku sebenarnya, hanya senang buku, banyak beli buku jarang dibaca juga, mungkin, jika senang baca turunan dari Alm kakek Gia, Endang wahid, warisan buku almarhum pun banyak dulunya. Nenek gak sering terlihat baca, kecuali sekarang, tumpukan buku dibuka buka saat senggang. Dari baca buku beralih ke membaca Al Quran, ya baca terus, tilawah banyak, ada buku yg hafal Quran menuliskan kisahnya, membagi perjalanan menghafal Quran nya, ilmunya bahkan jadi buku yang menginspirasi, mmberi manfaat dari bukunya,  Ayah gia gak pernah tulis itu, harusnya ada namun belum tergerak menulisnya, jika ditulis bisa dibuatkan kisahnya, semoga kedepannya, tergantung niat dan motivasinya, saling doakan saja. untuk berkarya.

Senang membaca Al Quran, sejak kapan? jalan petunjuk hidayah dari mana? gak tahu juga. itu Hidayah Allah, rahasianya banyak. sekarang kok bisa kerjaannya di Cordoba, baca Quran dan periksa Draf mushaf. kok bisa? bukan dari full pesantren, apalagi lulusan timur tengah, faham isinya pun tidak, ngerti dan bisa terjemah, tidak sama sekali, jadi ustaz berkafaah Syariah? Apalagi bukan. apalagi perilaku dan keseharian jauh dari tuntunan al Quran, berbeda dengan para Ahlul Quran yang banyak jadi teladan, itu Rahasia Hidayah Quran, lalu  kerja di Baitul Anshor Ngajar Quran, dan ngajar Tafsirnya juga, gak terpikirkan. LaaHaula sana...
Awalnya sekolah formal gak terkait dengan Agama,  bersyukur punya keluarga, saat kehilangan orientasi keluarga adalah harapan, dukungan, seperti dunia remaja yang rumit, ibarat Sophie di novel filsafatnya. Hagia pun nama tengahnya Sofia, semoga jadi anak yang Bijaksana, penuh hikmah, menyukai buku, menulis, maka Bacalah, itu modalnya!

*Ayahku dan keluarga*
ini juga unik, seunik Novel dunia Sophie di keluarganya, belajar kebijaksanaannya. sama seperti saudara2 di ehfan'd, tiap kaka & adik2nya punya kehidupan sebagai anak2 Yatim. menarik jika dibuatkan kisahnya masing2, karena Anak yatim itu unik, Yatim itu mandiri, Yatim itu kesederhanaan, Yatim itu dekat dengan Rasulullah, Yatim itu dijaga Allah, dijamin masa depannya. dunia akhiratnya sekaligus ya jika tetap Syukur dan  Sabar, maka Surga balasannya. 
langsung ke keluarga ehfand di 2020 saja ya, karena akan Scrool panjang  jika detail lengkap diceritakan via WA, ini 6 keluarga:

Wa Nenden di Garut dengan 5 anak, 
Ayah Gia di Cimahi 3 anak
bi Fitri di Bogor dengan 2 putri cantiknya
bi Rahmi di Bandung kel. 4 putri lucu2nya
bi Nurul di Depok baru 2 putri imutnya.
dan bi Diah, sekitar 3 bulan lagi punya 1 anak pertamanya. jadi ada 16 saudara Gia ya, ayo hafalkan, ingat ingat, nanti lebaran di tes:

Cucu nenek sholihah
1. M. Alfi Mufti Syam. 1
2. M. Irfa Labiba Syam. 1
3. Afiya Tsiqoyatul Wahida. 2
4. Arina Sabiya Rafidah. 3
5. M. Zaini Hifdzi Syam. 1
6. Isyfi Humaira Nurfathiyyah. 4
7. Jaisyi Sabiq Mahbubi. 2
8. Shaila Nur Aqilah Syam. 1
9. Auni Husna Kamila.  3
10. Silmi Nursyahidah Rahmah. 4
11. Fayda Sava Munisa. 5
12. Cahaya Cinta Aghniya. 4
13. Najma Nurhabibah Syam. 1
14. Faradisa Sina Munzira. 5
15. Aisha Maryam Nurqiyama. 4
16. Hagia Sofia Mahbubah. 2
17. Utunnya Ateu. 6
18. Utunnya Wa Nenden. 1

Dari 6 k tahun ini sudah 16 cucu Nenek Gia, lain kali akan dituliskan ya, lengkapnya dengan pasangan total berjumlah 28 member ehfand. jadinya di IKMJ, Nenek itu paling banyak cucunya, paling berkah keluarganya, paling subur dengan karunia Keturunannya. Nenek Cicalengka punya 13 cucu, sama 2 yang belum lahir, di Ehfand juga sama 2 yang akan lahir awal tahun 2021 kelak. insyaallah.
memperbanyak keturunan itu jadi kebanggan Rasulullah juga nanti di Akhirat.  Asalkan kita jadi umatnya yg setia, mencintainya, banyak bersolawat Untuknya. dan jadi Al Mahbub, dicintainya. amin

-pasca Aqiqah-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah ta'aruf kami

6 Metode Komunikasi Berbasis Al-Quran: Solusi Dakwah Qoulan yang Inspiratif dan Inovatif

KEBAHAGIAAN SEJATI