2 artikel

Mengantuk Saat Menghafal

Dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 154 dan surah al-Anfal ayat 11, mengantuk adalah pertolongan Allah kepada para sahabat saat perang Badar dan perang Uhud.

Seorang sahabat, dikisahkan, bahkan berkali-kali memungut pedangnya yang terus menerus jatuh dari genggaman.

Tapi, kantuk mereka tak sebabkan mereka rebah, mereka tetap bangun walau tak sadar senjatan tak lagi digenggam.

Saat kantuk melanda itulah pasukan malaikat datang membantu mereka.

Kantuk bagi penghafal Al-Qur'an pun adalah rahmat bila datang di waktu yang tepat.

Mengantuk yang tepat waktu adalah yang datang ketika sudah waktunya tidur. Maka, saat itu, jangan sampai tidak tidur. Jangan main HP dan jangan mengobrol. Tidurlah agar meraih rahmat-Nya. Karena, Allah akan bangunkan juga tepat waktu.

Kalau mengantuk datang tidak pada waktunya maka itu dari setan. Saat sedang tidak menghafal malah segar, dan saat sedang menghafal malah mengantuk.

Biasanya setan berbisik, "Tidurlah dulu, biar ngafalnya enak. Menghafal sambil mengantuk hanya sia-sia."

Jika setan berkata tidurlah dulu agar menghafalnya enak maka katakan menghafallah dulu agar tidurnya enak.

Ketahuilah, tidak ada tidur yang enak bagi hafizh Qur'an kalau target hariannya belum tercapai.

Rapatkan mulut sekuat tenaga saat menguap atau tutup dengan tangan. Tahanlah dan terus menghafal walau mushaf jatuh berkali-kali.

Jika kuat bertahan menghafal walau dalam kantuk maka para malaikat datang berbondong-bondong memberikan kabar kembira.

Deden M. Makhyaruddin
Sahabat Penguat Hafalan Al-Qur'an
[23/1 16.14] Makhla Kiayi Deden: Bertambahnya Hafalan Quran Dihitung Perhuruf

Rasulullah Saw pernah bilang ke para sahabat, "Yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan yang nilainya sepuluh."

Yakni, pahalanya maksimal. Ibarat mata pelajaran di sekolah tidak akan diberikan nilai sepuluh kecuali jika hasilnya sempurna.

Itu dengan membaca tanpa hafal. Bagaimana kalau bacaan satu huruf itu hafal dan melekat selamanya dalam hati.

Maka, alangkah beruntungnya orang yang setiap harinya diberikan oleh Allah hafalan Qurannya satu huruf.

Hafal satu huruf bukan sesuatu yang kecil, tapi sangat besar, jika satu huruf itu bagian dari Al-Qur'an.

Bagaimana tidak, bahkan yang satu huruf itu bisa menjadi sebab Allah bukakan pintu-pintu keridhaan-Nya.

Kata Nabi Saw, jika sebuah kulit binatang di dalamnya tersimpan ayat Quran maka tidak akan bisa dibakar neraka.

Bayangkan, bagaimana kalau yang menyimpan ayat itu adalah hati, sedang satu hurufnya saja dapat mendinginkan neraka.

Dan, alangkah ruginya orang yang satu hari berlalu tak satu huruf pun hafalannya bertambah.

Tapi, ada yang lebih rugi lagi, yaitu orang yang sudah Allah berikan banyak ayat, tapi setiap harinya ada satu huruf yang gugur.

Semoga Allah berikan istiqamah kepada kita bersama satu persatu dari huruf-huruf Al-Qur'an.

Tak ada satu huruf pun yang kita inkari, dan ada satu huruf pun yang kita sisipkan.

Wallahu A'lam
Deden M. Makhyaruddin
Sahabat Penguat Hafalan Al-Qur'an

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah ta'aruf kami

6 Metode Komunikasi Berbasis Al-Quran: Solusi Dakwah Qoulan yang Inspiratif dan Inovatif

KEBAHAGIAAN SEJATI