Tafsir Yassarna dlm menghafal Quran
AL-QUR'AN TELAH DIMUDAHKAN, TAPI MENGAPA KOK TETAP SULIT MENGHAFAL?
Surah al-Qamar ayat 17, ayat 22, ayat 32, dan ayat 40 menegaskan Al-Qur'an telah dimudahkan oleh Allah (يَسَّرْنَا).
Lalu, dikarenakah Al-Qur'an itu telah dimudahkan maka, pada surah al-'A'la ayat 8, Al-Qur'an disebut al-yusra (اليُسْرٰى). Yaitu, kemudahan, bahkan yang termudah.
Pada surah al-'A'la ayat 8 itu, Rasulullah dinyatakan oleh Allah bahwa beliau tengah dan selalu akan dimudahkan untuk Al-Qur'an sebagai al-yusra.
Yakni, bernarlah, Al-Qur'an itu telah dimudahkan untuk siapa saja, tapi tidak siapa saja dimudahkan untuk Al-Qur'an.
Rasulullah Saw adalah yang Al-Qur'an dimudahkan untuknya dan dirinya dimudahkan untuk Al-Qur'an.
Dalam surah al-Lail ayat 7, selain Rasulullah, ada pula yang dimudahkan oleh Allah untuk al-yusra. Yaitu, orang yang padanya terpenuhi tidak syarat:
1. Berderma dengan harta (أَعْطٰى)
2. Menjauhi segala yang diharamkan (اتَّقٰى)
3. Membenarkan seluruh syariat (صَدَّقَ بِالحُسْنٰى)
Kata al-yusra pada surah al-Lail
ayat 7 ditafsirkan pula dengan surga. Karena, surga adalah puncak kemudahan di akhirat sebagaimana Al-Qur'an puncak kemudahan di dunia.
Dan, dalam surah al-Qamar ayat 8 dilukiskan keadaan orang-orang kafir yang begitu sulit di akhirat. Mereka berkata: "Ini adalah hari yang sulit."
Yakni, mereka yang sulit di akhirat adalah mereka yang tak mengambil bagian dari kemudahan Al-Quran di dunia dengan malah melakukan tiga hal ini (QS al-Lail, 8-9):
1. Pelit berderma (بَخِلَ)
2. Mengeluarkan harta di jalan yang haram (اسْتَغْنٰى)
3. Mendustakan syariat (كَذَّبَ بِالحُسْنٰى)
فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran (QS al-Qamar, 17, 22, 32, 40)
Deden M. Makhyaruddin
31 Maret 2021
Komentar
Posting Komentar