Puasa menjadikan seseorang sebagai agen perubahan bukan jadi geng rebahan. (Heri Mahbub-sekbid BPU Cimahi

*Puasa harus menjadikan seseorang sebagai agen perubahan jangan jadi geng rebahan*

Dunia terus berubah saat ramadan mubarak bergema diseluruh negara. Bulan ramadan, 13 April 2021 dimulai masih dalam kondisi Pandemi, di Indonesia wabah Covid-19 juga belum selesai. Masyarakat berpuasa dan tetap beraktivitas dengan protokol kesehatan. Ramadan kedua di masa pandemi, umat sudah belajar dari tahun lalu dengan pengalaman tentang penyakit menular, ilmu kesehatan, dan dari segala keterbatasan. Umat terus belajar bagaimana memuliakan bulan Ramadan, tetap menyemarakkan bulan suci walaupun kondisi pandemi. Umat cerdas mampu menyiasati perubahan, mengisi bulan yang berkah, penuh rahmat, ampunan dengan beragam aktivitas positif dengan sering mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Hikmah pandemi juga membuat umat cerdas melakukan aktivitas dan program di bulan Ramadan dengan tetap bekerja, belajar online, banyak program daring, menjauhi kelalaian, maksiat dan malas-malasan atau dikenal dengan istilah rebahan.  

Seseorang jika ingin sukses maka harus berubah dari geng rebahan lalu bermetamorfosa jadi agen perubahan. Seperti kepompong yang  berubah dari ulat menjadi kupu-kupu, berubah bentuk jadi lebih baik. Maka tiga kata yang akan dijelaskan, yaitu  metamorfosa puasa, perubahan, dan rebahan.
Puasa adalah pelatihan dan pendidikan bagi manusia yang beriman, perintah langsung dari Allah dan untuk Allah, menahan diri dari makan dan minum, serta syahwat di siang hari agar terlatih untuk berjuang, memiliki kepekaan sosial, menahan diri dari rakus dan rasa malas, juga menjauhi dari yang namanya rebahan yang berlebihan.
Rebah artinya bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (seperti orang, pohon); berbaring; roboh; tumbang. Rebahan itu tempatnya, pembaringannya.  Sedangkan perubahan berasal dari kata ubah, yaitu menjadi lain dari semula (berbeda), maka perubahan artinya hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran. Seperti Metamorfosa yang bermakna berubah bentuknya.
Kaum rebahan jadi viral sejak pandemi Covid-19 merajalela. Terkait Ramadan, ada pemahaman tentang Puasa yang keliru, yaitu tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. Jadilah geng rebahan seperti punya dalil pembenaran untuk  rebahan di bulan Ramadan.

Padahal Allah berfirman tentang sifat orang beriman, 

" *Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap* ..." (As Sajdah, 32 : 16 )
Ada 2 ayat Quran yang harus difahami untuk menjelaskan kondisi geng rebahan sesuai karakter manusia, yaitu surah Al Maarij ayat 19-20.
" *Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh; " Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah*." (QS Al Maarij, 70:19-20
Dan di Surah Al Balad, ayat ke 4
 " *Sungguh, kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah* " ( QS Al Balad, 90: 4 )
Puasa itu letih dan lapar hanya sebentar, semua berubah saat berbuka puasa.  Puasa itu susah payahnya beberapa saat saja, bahkan anak kecil pun bisa berpuasa, lalu ada kebahagiaan, senang saat berbuka bersama, semuanya berubah, itulah metamorfosa puasa, tidak ada keluh kesah, karena jiwanya ingin berubah, motivasi dalam dirinya untuk berpuasa. lalu masalahnya kenapa ada sebagian persepsi bahwa Puasa itu saat yang tepat untuk rebahan, bermalas-malasan karena letih, lapar dengan susah payah. Kebiasaan itulah yang harus diubah, bahwa Puasa adalah saat yang tepat untuk berubah, membiasakan amal soleh, jadi pelopor kebaikan, jadi agen perubahan bahkan setelah selesai bulan Ramadan.

Maka perlu memahami Tujuan puasa yaitu merealisasikan taqwa, meraih kemenangan dengan ketaqwaan. Taqwa yang sebenar benarnya dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi Larangan-Nya. 
Puasa harus membuat hati bersih, hidup, fikiran sehat dan bergerak. Puasa menjadikan seseorang seperti kepompong, yang  berubah, terbang, indah. Puasa akan membuat seseorang bermetamorfosa, lebih bermanfaat, dan jadi agen perubahan dimasa depan.
 
Sesorang harus melatih dirinya, minimal 3 latihan dari Puasa supaya menjadikan seseorang jadi Agen perubahan, yaitu:

1. Membuat Visi dan tujuan hidup dalam berpuasa, dimulai dari niatnya, ikhlas untuk tujuan yang agung, inilah dasar agen perubahan. Ikhlas, bahwa puasanya hanya untuk Allah Swt.
2. Latih Kesabaran seperti berpuasa, karena kesuksesan harus disertai sifat sabar, agen perubahan yang punya daya tahan dan kuat itulah sifat sabar dari berpuasa.
3. Menjadi pembelajar, karena berpuasa artinya belajar banyak hal, dari tatacara berpuasa, lalu menahan emosi, jaga hati, pikiran dan jasad/ tubuh. Agen perubahan harus banyak mengambil hikmah, ilmu dari pengalaman puasanya. untuk kehidupan lebih baik dimasa depan. 
Sebagai manusia yang lemah, Rebahan perlu juga, istirahat juga penting setelah lelah bekerja, untuk menyiapkan  aktivitas selanjutnya, maka zaman sekarang banyak program yang bisa dilakukan saat Puasa Ramadan, baik offline maupun online. Diantaranya di rumah banyak membaca buku, kajian keilmuan, tilawah Al-Quran, berkebun, berbisnis, membantu tetangga, gotongroyong, memakmurkan mesjid, sedekah buka puasa, aktif di komunitas dan sosial, juga program di 10 akhir Ramadan dengan banyak muhasabah dan iktikaf, dengan tetap melihat kondisi di daerahnya, Jika tidak boleh mudik bisa Silaturahmi daring. 
Jadi tidak ada alasan lagi Ramadan jadi alasan untuk banyak rebahan, justru dengan berpuasa momentum tepat untuk bangkit, beranjak dari geng rebahan menuju Agen Perubahan. Melepas nyamannya rebahan menuju perjuangan, kesabaran dan kekuatan. Karena disana pintu kesuksesan akan terbuka lebar. 
Mari renungkan ayat berikut ini, motivasi untuk menjauhi geng rebahan dan jadi agen perubahan.

" *Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; " Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)* “ Az Zariyat, 51: 17-18. 

"... *Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri* .. " Ar Ra'd,13 : 11. 

Terakhir semoga di bulan Ramadan ini, momentum untuk mengubah diri jadi lebih baik, dan kebiasaan  rebahan setelah sahur tidak ‘mewabah’, rebahan tidak jadi aktivitas yang menular, rebahan setelah solat subuh jangan jadi pandemi umat, karena saatnya bangun dan bangkit jadi agen perubahan, untuk kebaikan bangsa dan negeri tercinta. Siap berubah? 

*Heri Mahbub* - Cimahi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah ta'aruf kami

6 Metode Komunikasi Berbasis Al-Quran: Solusi Dakwah Qoulan yang Inspiratif dan Inovatif

KEBAHAGIAAN SEJATI