iman dan imun
Catatan Kajian! Maaf ada salah2 kata, boleh tdk setuju, utk diskusi & ngopi ☕
*Ghazwul fikri, Konspirasi dan Otoritas ilmi*
Bag.1
Pandemi sudah 1,5 tahun, korban Meninggal ±4 juta jiwa, mayoritas di AS, Barat, Amerika Latin, di Indonesia meningkat lagi Juni 2021. Masih percaya semua rekayasa?
_Kematian harus membuat kita makin dekat kepad Allah, jadi Tazkirah, bahkan banyak mengingat kematian memang diperintahkan_.
Konspirasi itu komplotan atau persekongkolan yang bersekutu berbuat kejahatan, jika terkait dengan rekayasa kesehatan dalam hal ini jadi konspirasi kejahatan penyakit menular. Gimana ceritanya kok banyak dipercaya?
Baik, saya buat catatan saja, sambil terus belajar, cari sumber referensi literasi terbaik.
Sy bahas tema ghazwul Fikri dulu, supaya faham sering kita mengkaji ghazwul Fikri, zaman saat semangat belajar islam, awal pembinaan, ini invasi pemikiran, konfrontasi fikrah & budaya, kita mengkaji problem umat dan berjuang dalam barisan dakwah, karena ini yang jadi taruhan keimanan, ghozwul fikr itu menyerang Aqidah. Kita jadi pembela agamaNya. Maka Urgensinya mempelajari tema tentang perang pemikiran perlu difahami, tentang perang urat syaraf, perang tanpa senjata, tanpa kontak fisik.
nah jika saat ini senjatanya Biologis, gimana ya? anda mau percaya ke siapa? iya perang dengan siapa dan posisi dimana? Korban didunia siapa aja?
Sudah jelas ini tentang pandemi, penyakit menular, ini otoritasnya dunia kesehatan, dan keilmuan/Sains. Apa anda mau buat WHO baru? sama negara mana dan siapa? ya saat ini konyol kan. Intinya Anda berperang dengan apa? Pemikiran siapa? Dan Permainan apa yang anda ikuti?
Sebagai muslim ya harus mengikuti otoritas dan resmi, bersama keterangan yang resmi, terlalu banyak informasi, era disrupsi, info yang resmi pun harus kita pelajari, hati2 apalagi info yang gak jelas sumber resminya. Benar2 harus cek ricek menerimanya.
Maka edukasi penting dalam hal ini, ini yang ingin saya sampaikan, sebenarnya mengedukasi diri sendiri, melatih pemikiran yang sehat, ujiannya ghazwul fikri disini saat ini,
Apakah Umat memahami dunia sains? siap menghadapi tantangan Sains? apa kuat untuk bertahan dan adaptif dengan perubahan?
bahkan sejak awal saya ragu khusus di negara berkembang yg tradisi keilmuannya lemah, mampu melewati ini.
Ghazwul Fikri dan makna konspirasi, saya buka lagi materi itu, membaca dalilnya, tahapannya, instrumennya, poin dan alur panah-panahnya, Intinya tema itu tentang konspirasi Agama, keyakinan, tujuannya ke keimanan.
wabah/pandemik ini tentang Kesehatan, ilmu Sains, otoritasnya dokter, islam sangat taat dengan prosedur keilmuan, menghargai ahli, pakar ilmu, bahkan kita sering kutip ayat,
( " Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; *maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui*,
(an Nahl, 16 :43)
Oke, Ghazwul fikri, Walaupun ada irisan konspirasi tidak semua jadi generalisir dikaitkan dengan itu. Apa ada kesalahan dalam kajian Ghazwul Fikri? Gak ada.
apa ilmu Ghazwul fikri berubah? kita yang harus berubah, ilmu upgrade dan sikap kita berubah ke arah lebih baik,
kenapa sbagian umat kita lemah memahami atau mempercayai Otoritas keilmuan? otoritas kesehatan? IDI? Jika gak mau percaya WHO ya, ke otoritas Ulama, menggeneralisir ini semua rekayasa, permainan adalah kelengahan, Justru bisa jadi anda korban konspirasi, jadi bagian jebakan perang fikri tersebut. Konspirasi itu nanti kita fikirkan dan urus setelah pandemi selesai, saat ini banyak sakit, doakan banyak korban, virus menyebar, pemikiran yang elegan dan cerdas keilmuannya. Itu Sunnatullah kemenangan, siapapun dia.
Ya di zaman kita, ini tentang sesuatu yang baru, pandemi global, ini tentang sains, kesehatan, dokter yang jujur dan adil yang faham itu. Banyak nakes jadi korban, kita Ikuti dokter, percaya gak percaya, mau tak mau, kita gak tahu kepastian nya, ilmu tentang wabah pandemi sudah belajar belum? Lalu kedepannya bagaimana, kita berpegang kemana? Kapan selesainya?
maka taat pada Otoritas itu langkah selamat, survive, aman tenang, untuk menjaga diri, umat, masyarakat, dan bangsa kita. justru liberal/JIL sering serukan jangan percaya dg otoritas keilmuan. jangan percaya dengan otoritas keagamaan. Khawatirnya bisa jadi anda terjebak dengan Keinginan mereka; liberalisme, kapitalisme, komunisme.
Saat perang pemikiran di era wabah ini diuji, percaya ke Otoritas kedokteran, percaya ke Ulama yang faham Kesehatan, juga Pemimpin yang adil dan Jujur,
Kalau anda Percaya ke Siapa, Akun Anonim Youtube? Sontoloyo Bossman? atau Akun Teluur yang gak jelas?
Ya kita percaya hanya Allah yang akan beri keselamatan, IMAN IMUN dan AMAL dengan bertawakal kepada Allah.
Maka, Mari kita renungkan pesan Allah berikut:
" *Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.* (Al Hujurat,49 : 6 )
bersambung ☕
-Heri Mahbub-
Komentar
Posting Komentar