jumatan ppkm bag1
*Jumatan dan prokes...*
|Heri Mahbub|
Jadi khotib jumat diawal ppkm, pandemi wabah yang meningkat lagi, saya belajar, hati-hati, berusaha menengahi, baik yang pro dan kontra, yang setuju mesjid ditutup sementara atau yang tetap dibuka dengan prokes ketat.
Jadi saat Khutbah, saya hampir menegur jamaah yg gak pakai masker, dari awal sampai akhir gak terlihat bermasker, kita hargai yang tutup, juga hargai tetap ada jumatan, jadi hargai prokes dan aturan standarnya, minimal bermasker.
tema khutbah pun jadi diselipi tentang Prokes. Pentingnya prokes, suka tidak suka, sama2 semua ingin sehat, ada kenyamanan, kebersamaan, saya memang khutbah sering pakai masker sejak Ramadan. Melihat zona dan situasi.
Saat itu ada ±5 orang tidak bermasker, Bahkan ada yg usia kira2 diatas 50-60 tahun, 1 orang di baris ke 3, 1 baris tengah, sisanya dibelakang, kalau anak-anak memang perlu penanganan khusus.
kenapa gak pakai masker? ini mesjid suci apakah dijamin gak ada Virus? dijamin gak ada yang sakit? gak akan menyebar disini? Ya di mesjid kita berlindung hanya kepada Allah, namun 2 ikhtiar kita lakukan:
1. Ikhtiar batiniyah, ikhtiar ilahiyah, doa dll
2. Ikhtiar basyariyah, ikhtiar manusia, dengan prokes dll.
Kita Saling menjaga dan mencegah minimal. Preventif, Kita harus Sehat bersama. Tidak bisa sehat sendiri- sendiri.
Jadi pasca jumatan saya bilang DKM nya, orang KBB (yang sedang isoman, jadi gak ada yang mengatur, ingetin jamaah), utk nanti buat prokes yg ketat utk jamaah di jumatan,
jadi khutbah dan imam walaupun engap2, riweuh bermasker terus, itu dilakukan, Taat perintah Allah untuk jaga kesehatan bersama.
Masyarakat kita sebagian mungkin gak percaya bahaya ada C19, itu masalahnya. Baiklah semua mesti belajar, dan mencari informasi n berita dari sumber terpercaya.
Ya kita percaya hanya Allah yang akan beri keselamatan, IMAN IMUN dan AMAL dengan bertawakal kepada Allah.
Maka, Mari kita renungkan pesan Allah berikut:
" *Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.* (Al Hujurat,49 : 6
Wabah/pandemik ini tentang Kesehatan, ilmu Sains, otoritasnya dokter, islam sangat taat dengan prosedur keilmuan, menghargai ahli, pakar ilmu, sedangkan hal-hal lainnya kita bicarakan setelah ujian pandemi selesai, sayangi tubuh dan kesehatan anda dan terutama imunitas kita. lalu mari bertanya kepada ahlinya...
( " Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; *maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui*,
(an Nahl, 16 :43
#alMahbubi
Komentar
Posting Komentar