Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 24, 2021

jumatan ke4 masa ppkm lev4

*Jumatan ke 4* *Ghost Protokol*   •Heri Mahbub~ Alhamdulillah, Kembali ke kisah jumatan, jadi imam dan khotib, menyampaikan pesan2 langit, tentang protokol Taqwa dan keimanan. Jumat ke 3 dan Iedul adha di masa ppkm saya gak kemana-mana, ada jadwal dicancel, alhamdulillah bahagia bisa dirumah aja.  Kemarin Jumatan ke 4 masa ppkm level 4 awalnya mau cancel juga, mesjid ini sudah sy kenal, jadi niatkan hadir, tentu tetap bermasker saat khutbah dan imam.  Saya beli minuman segar diwarung dekat mesjid, ibu penjaga warung nanya,  "mau ke mesjid pak? emang ada jumatan? " iya bu, jamaahnya terbatas hanya internal, santri2 dan jamaah dekat saja,. ibu itu nyeletuk, " iya ya kok banyak dilarang-larang, lieur jadina". " Sholat Iedul Adha juga gak ada kemarin"  "ya jaga2 aja bu, mencegah, menjauhi penyakit menular di mesjid" saya bilang, Hatur Nuhun bu sambil double masker tetap dijaga menutup hidung.  Berusaha tetap ditengah, wasathiyah, proporsional, gak ma...

jumatan ppkm bag2

*Takut Kematian dan Jumatan bag2* |Heri Mahbub| Sepekan ini saya keluar rumah hanya 3 keperluan saja, salah satunya Sholat jumat durasi  hanya ±1 jam.  Saya berfikir positif, berusaha moderat. Jamaah mesjid banyak dan rapih dimesjid,  Umat lebih siap mati saat di mesjid dibanding mati meninggalkan mesjid/jumatan.  Namun Jumatan kali ini galau, jamaah terlihat risau, gelisah, nampak mata yang bertanya-tanya, kita ada di zaman wabah, pengalaman dan ilmu baru, pemahaman fiqih baru, kondisi yang mungkin 100 tahun sekali belum ada terjadi. TakdirNya kita hidup di zaman ini. Betul banyak mesjid yg tetap buka, sebagian mesjid apapun yang terjadi jumatan tetap diadakan, jamaah setia, ridho, ikuti prokes, tawakal saja, Taat kepada perintah Allah seperti kondisi normal, namun mesjid yang tidak mengadakan Jumatan pun tentu dalam rangka Taat kepada Allah sesuai zona, fiqh kondisi darurat wabah, tetap Taat dirumahnya masing2. sama, sesuai kesepakatannya.  oke, jauhi perdebat...

jumatan ppkm bag1

*Jumatan dan prokes...* |Heri Mahbub| Jadi khotib jumat diawal ppkm, pandemi wabah yang meningkat lagi, saya belajar, hati-hati, berusaha menengahi, baik yang pro dan kontra, yang setuju mesjid ditutup sementara atau yang tetap dibuka dengan prokes ketat. Jadi saat Khutbah, saya hampir menegur jamaah yg gak pakai masker, dari awal sampai akhir gak terlihat bermasker, kita hargai yang tutup, juga hargai tetap ada jumatan, jadi hargai prokes dan aturan standarnya, minimal bermasker.  tema khutbah pun jadi diselipi tentang Prokes. Pentingnya prokes, suka tidak suka, sama2 semua ingin sehat, ada kenyamanan, kebersamaan, saya memang khutbah sering pakai masker sejak Ramadan. Melihat zona dan situasi. Saat itu ada ±5 orang tidak bermasker, Bahkan ada yg usia kira2 diatas 50-60 tahun, 1 orang di baris ke 3, 1 baris tengah, sisanya dibelakang, kalau anak-anak memang perlu penanganan khusus.  kenapa gak pakai masker? ini mesjid suci apakah dijamin gak ada Virus? dijamin gak ada yang sa...