Postingan

Takhrij Hadist

Gambar
tahdits METODE TAKHRIJ HADITS  hmjtafsirhaditsuinbandung 4 tahun yang lalu A. Metode Takhrij Sebagaimana diketahui, aplikasi Ilmu Tarikh al-Ruwah dan Ilmu al-Jarh wa al-Ta’dil itu ada pada proses pentyakhrijan Hadits. Sementara itu, ada beberapa langkah yang mesti ditempuh dalam melakukan pentakhrijan Hadits. Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat dipilih metode yang tepat dan mudah dalam  mentahkrij  Hadits yang dimaksud. Mahmud Thahhan (1991:35) dan ‘Abd al-Muhdi (1987:24) menyebutkan bahwa metode  takhrij  Hadits tidak lebih dari lima metode, yaitu: (1). Dengan cara mengetahui sahabat yang meriwayatkan Hadits tersebut. (2). Dengan cara mengeahui lafal pertama dari matan Hadits tersebut. (3). Dengan cara mengetahui lafal matan Hadits yang sedikit berlakunya. (4). Dengan cara mengetahui pokok bahasan Hadits yang dimaksud atau sebagaian saja, jika mengandung beberapa pokok bahasan. (5). Dengan meneliti keadaan Hadits tersebut secara te...

Thobaqot almuksirin, mengenal Tingkatan Perawi Hadist

Gambar
Abu Furqan Al-Banjary Meniti Jalan Para Ulama 12 Thabaqat Periwayat Hadits Thabaqat adalah sekelompok orang yang berdekatan dalam usia dan isnad, atau berdekatan dalam isnad saja. Maksud berdekatan isnad adalah mereka memiliki guru yang sama, atau berdekatan guru-gurunya. Menurut Imam al-Hafizh Syaikhul Islam Ibn Hajar al-’Asqalani rahimahullah dalam kitab beliau  Taqrib at-Tahdzib , thabaqat periwayat hadits itu ada 12. Dengan mengetahui 12 thabaqat ini, sekaligus nama-nama periwayat hadits di dalamnya, kita akan bisa mengetahui suatu hadits itu bersambung atau terputus. Misal, jika seorang periwayat hadits thabaqat kelima meriwayatkan hadits langsung dari shahabat, kita bisa katakan sanad hadits tersebut terputus, dan paling tidak ada satu rawi yang hilang atau tidak disebutkan di antara periwayat hadits tersebut dan shahabat. Di sini saya akan tuliskan 12 thabaqat tersebut, lengkap dengan nama-nama terkenal di masing-masing thabaqat yang saya kutip dari kitab  T...

Ashobiyah

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫ ODOH XIX 🔵ONE DAY ONE HADIST Selasa, 21 Maret 2017/22 Jumada ats-Tsani 1438 Waspada Terhadap Ashobiyyah عَÙ†ْ جُبَÙŠْرِ بْÙ†ِ Ù…ُØ·ْعِÙ…ٍ Ø£َÙ†َّ رَسُولَ اللَّÙ‡ِ صَÙ„َّÙ‰ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ Ù„َÙŠْسَ Ù…ِÙ†َّا Ù…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ عَصَبِÙŠّ...

Luar Biasa Tilawah Quran itu

*Luar biasa bagi yang membaca Al-Qur'an* (Sungguh merugi bila anda tidak menyelesaikan baca'an tulisan ini). Berkata Ibnul Qudamah: "sangat dimakruhkan orang yang menghatamkan Al-qur'an lebih dari 40 hari". Berkata Imam Qurtubi: "40 hari adalah waktu bagi orang -orang yang punya kelemahan membaca Al-qur'an dan orang memiliki banyak kesibukan". Adakah di antara kita dalam sebulan atau 40 hari mengkhatamkan Al-qur'an..?? Jika kita memang orang yang berakal akan bergetarlah jiwa ini (karena kelalaian). *di antara kebaikan Al-qur'an bahwa Allah akan memberkahi pembaca dan penghafalnya* Berkata Abdul Malik bin Umair: "Satu-satunya manusia yang tidak pikun adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an". Dalam redaksi lain "Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Al-qur'an". Berkata Al-imam Qurtubi: "Barang siapa yang membaca Al-qur'an,  maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun...

Semangat Bersama Al Quran

Untukmu yang Kehilangan Semangat Bersama Al-Qur'an Oleh Abdul Aziz Abdur Rauf Lc Al-Hafizh Kalau saja diantara kita ada yang pernah menghabiskan waktunya untuk Al-Quran, (sampai jatah tidur hanya tersisa 2 jam seperti yang banyak dilakukan orang shalih), misalnya sekali saja dalam hidup kita; dari 24 jam, 22 jam-nya digunakan untuk Al-Quran (tilawah, muraja'ah, menghafal, tadabbur); maka itu akan terasa belum ada apa-apanya. Bahkan, jika hal tersebut kita lakukan sebulan sekali, sepuluh hari sekali, sepekan sekali, juga belum ada apa-apanya. Kenapa? Karena tiket-tiket ke Surga  sangat banyak bentuk dan ragamnya yang belum kita miliki. Maka bisa dibayangkan, bagaimana kalau kita  tidak bisa 22 jam, atau tidak bisa juga kurang dari itu; misalkan 12 jam, 6 jam, atau 3 jam juga tidak bisa, maka bagaimana mungkin Allah menyayangi kita, memperhatikan kita, apalagi mempersilahkan kita masuk ke surga. Karena hakikatnya, waktu ini milik Allah Swt yang dititipkan kepada kita. Me...