Postingan

Dia Menciptakan segala sesuatu, logika pandemi!

*Belajar Logika berfikir*   Mau tanggal merah 1 atau 2 Muharram 1443, yang penting sehat, logika kita tetap sehat2 InsyaAllah.  (ٱللَّهُ خَـٰلِقُ كُلِّ شَیۡءࣲۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ وَكِیلࣱ) [Surat Az-Zumar 62] Kita sering lupa, Allah pencipta segala sesuatu, baik maslahat maupun mudorot, Allah Pencipta Surga juga Neraka.  kita Yakin dan imun meningkat jika mendengar Surga, Bahagia seolah dijamin selamat masuk Surga Allah,  lalu gimana dengan neraka? jadi Neraka itu konspirasi siapa? rekayasa Elit G, bahaya ini hehe  ingatlah,  pandemi ini ciptaan Allah, Allah yang maha terbaik ciptaan dan perbuatannya. ٌالله خلق كل شي   Allah Maha Menciptakan juga maha pemelihara segala sesuatu yang diciptakan. Kembali mari berfikir, untuk yang masih share hoax tentang konspirasi, hati2 aja jika meragukan Takdir Allah, ragu C19 itu ciptaan Allah, ingat saja Allah yang Maha terbaik pembuat Konspirasi, Allah maha terbaik membalas  konspirasi. hanya saling...

Takdir Pandemi !

*Pantaskah mempertanyakan Takdir Allah, menyikapi Pandemi dan Vaksin* ~Heri Mahbub Bismillah. (لَا یُسۡـَٔلُ عَمَّا یَفۡعَلُ وَهُمۡ یُسۡـَٔلُونَ) " Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang diperbuat, tetapi merekalah yang akan ditanya"  QS Al-Anbiya,21: 23 Bismillah. Ayat itu berkaitan tentang Takdir Manusia, Kehendak Allah yang mutlak, maka ketika terjadi Wabah/Pandemi, itu semua atas pengetahuan Allah, otoritas dan IzinNya, lalu ada 2 sikap ekstrem dalam bersikap bahkan sampai mempertanyakan Takdir Allah?  dan pertanyaan2 lainnya: 1. Dimana pertolongan Allah? saat pandemi  ini terjadi, kenapa Allah membiarkan Virus C19 menyebar, kenapa dan kenapa.  hilang adab kepada yang Maha menciptakan dan menguasai Virus. itu makhlukNya.  justru manusia yang ditanya, apa yang telah manusia kerjakan dengan tangan2nya? apa dosa2 kita sampai Virus merajalela? penyebab dari musibah itu beragam, apapun sebab dan siapapun tangan jahat yang membuat, baik alami atau di sengaja, ...

Surat Virtual

*Surat Damai untuk Covid19* ~Heri Mahbub  (Aktivis Cimahi Menang ) dear C19,  Bagaimana keadaanmu sekarang? kenapa betah sekali hadir dalam kehidupan kami lebih dari 1,5 tahun. apa tujuanmu menyebar kemana-mana, mau Syi'arkah, mau Viralkah atau biar dunia ambyarkah?  hai C19 dimanakah kamu bersembunyi? zona merah sampai ke kampung kami, darurat sampai level 4, bisakah kita berdamai? karena berkali-kali kami di test,di tracing karena mu. Saya mau berdiskusi dari hati hai C19, mari bernegosiasi, minimal kita samakan persepsi, virus apapun kamu kecil, akan mati, sama. kami faham di akhirat itu yang abadi, bedanya kamu tak terlihat mata, tak dihisab kesurga atau neraka,  jadi hai Virus C19 kita deal damai ya untuk kehidupan di dunia tanpa konfrontasi. kami ingin kembali berkumpul, baik imunitas alami, atau dengan solusi Herd immunity. Sudah banyak korban mati, semoga yang muslim husnul khotimah, mu'min yang husnudzon pada Allah semoga mati Syahid, Surga tanpa hisab, amin...

jumatan ke4 masa ppkm lev4

*Jumatan ke 4* *Ghost Protokol*   •Heri Mahbub~ Alhamdulillah, Kembali ke kisah jumatan, jadi imam dan khotib, menyampaikan pesan2 langit, tentang protokol Taqwa dan keimanan. Jumat ke 3 dan Iedul adha di masa ppkm saya gak kemana-mana, ada jadwal dicancel, alhamdulillah bahagia bisa dirumah aja.  Kemarin Jumatan ke 4 masa ppkm level 4 awalnya mau cancel juga, mesjid ini sudah sy kenal, jadi niatkan hadir, tentu tetap bermasker saat khutbah dan imam.  Saya beli minuman segar diwarung dekat mesjid, ibu penjaga warung nanya,  "mau ke mesjid pak? emang ada jumatan? " iya bu, jamaahnya terbatas hanya internal, santri2 dan jamaah dekat saja,. ibu itu nyeletuk, " iya ya kok banyak dilarang-larang, lieur jadina". " Sholat Iedul Adha juga gak ada kemarin"  "ya jaga2 aja bu, mencegah, menjauhi penyakit menular di mesjid" saya bilang, Hatur Nuhun bu sambil double masker tetap dijaga menutup hidung.  Berusaha tetap ditengah, wasathiyah, proporsional, gak ma...

jumatan ppkm bag2

*Takut Kematian dan Jumatan bag2* |Heri Mahbub| Sepekan ini saya keluar rumah hanya 3 keperluan saja, salah satunya Sholat jumat durasi  hanya ±1 jam.  Saya berfikir positif, berusaha moderat. Jamaah mesjid banyak dan rapih dimesjid,  Umat lebih siap mati saat di mesjid dibanding mati meninggalkan mesjid/jumatan.  Namun Jumatan kali ini galau, jamaah terlihat risau, gelisah, nampak mata yang bertanya-tanya, kita ada di zaman wabah, pengalaman dan ilmu baru, pemahaman fiqih baru, kondisi yang mungkin 100 tahun sekali belum ada terjadi. TakdirNya kita hidup di zaman ini. Betul banyak mesjid yg tetap buka, sebagian mesjid apapun yang terjadi jumatan tetap diadakan, jamaah setia, ridho, ikuti prokes, tawakal saja, Taat kepada perintah Allah seperti kondisi normal, namun mesjid yang tidak mengadakan Jumatan pun tentu dalam rangka Taat kepada Allah sesuai zona, fiqh kondisi darurat wabah, tetap Taat dirumahnya masing2. sama, sesuai kesepakatannya.  oke, jauhi perdebat...

jumatan ppkm bag1

*Jumatan dan prokes...* |Heri Mahbub| Jadi khotib jumat diawal ppkm, pandemi wabah yang meningkat lagi, saya belajar, hati-hati, berusaha menengahi, baik yang pro dan kontra, yang setuju mesjid ditutup sementara atau yang tetap dibuka dengan prokes ketat. Jadi saat Khutbah, saya hampir menegur jamaah yg gak pakai masker, dari awal sampai akhir gak terlihat bermasker, kita hargai yang tutup, juga hargai tetap ada jumatan, jadi hargai prokes dan aturan standarnya, minimal bermasker.  tema khutbah pun jadi diselipi tentang Prokes. Pentingnya prokes, suka tidak suka, sama2 semua ingin sehat, ada kenyamanan, kebersamaan, saya memang khutbah sering pakai masker sejak Ramadan. Melihat zona dan situasi. Saat itu ada ±5 orang tidak bermasker, Bahkan ada yg usia kira2 diatas 50-60 tahun, 1 orang di baris ke 3, 1 baris tengah, sisanya dibelakang, kalau anak-anak memang perlu penanganan khusus.  kenapa gak pakai masker? ini mesjid suci apakah dijamin gak ada Virus? dijamin gak ada yang sa...

Belajar Usul Fiqh dari Ahlinya (pahalanya terus mengalir alm Taufik Hulaimi

*Serial Kajian Metode Ijtihad (Manhajiyatul Ijtihad) Dr. Taufik Hulaimi, MA* 1. Fikih Waqi': Memahami Realitas https://youtu.be/JFGZ2tMr1hg 2. Fikih Nushush 1: Mrmahami Makna Tersurat https://youtu.be/VeOhINvxTxs 3. Fikih Nushush 2: Memahami Takwil https://youtu.be/QLsrtWzadEk 4. Fikih Nushush 3: Memahami Makna Tersirat https://youtu.be/F0ZSmdQlyio 5. Fikih Maqashid 1: Memahami Tujuan2 Syariat https://youtu.be/e6TeAyq8U2c 6. Fikih Maqashid 2 https://youtu.be/E90SMTZhzNY 7. Fikih Maqashid 3: Manhaj Taysir (Islam itu mudah) https://youtu.be/B0tiDswguyA 8, Fikih Muwazanah: Pertimbangan Manfaat Mafsadat https://youtu.be/XbSAE8yxwXo 9. Fikih Aulawiyat 1: Memahami Amal Prioritas https://youtu.be/XbSAE8yxwXo 10. Fikih Aulawiyat 2:  Memahami Amal Prioritas https://youtu.be/qt5L4gWLP7U 11. Fikih Ma'alat: Mempertimbangkan Prediksi ke depan.. https://youtu.be/0ZjvngxX7X0 12. Fikih Tanzil: Penetapan Hukum Masalah Kontemporer https://youtu.be/05MBhSpZf-g Silakan disimak ulang ilmu2 mahal in...