hafiz Quran yg wafat sebelum melancarkan hafalannya

Hafizh Quran yang Wafat sebelum Dapat Melancarkan Hafalannya

Di sinilah kekuatan dan nilai niat di mata Allah.

Beda antara hafizh yang belum lancar tapi hatinya tak pernah putus meniatkan dan selalu berusaha keras akan terus melancarkan hafalannya, berbeda dengan hafizh yang belum lancar dan tidak ada niat untuk melancarkan.

Para ulama Ushul Fiqih, menyimpulkan dari berbagai hadis tentang niat, merumuskan tertunaikannya beban perintah dengan azam.

Azam adalah hati meniatkan dan membulatkan tekad akan mengerjakan sesuatu tapi belum dimulai. Bedanya dengan niat, kalau niat adalah membulatkan tekad sambil mulai mengerjakannya.

Pada saat adzan Zhuhur, misalnya, kita azam (meniatkan) akan mengerjakan shalat zhuhur tepat pada waktu. Maka, dengan adanya azam itu, kendati kemudian kita meninggal sebelum mengerjakannya, maka kita meninggal tanpa membawa beban dosa meninggalkan shalat, karena kita telah azam hati.

Berbeda dengan ketika kita tidak azam hati saat masuk waktu shalat. Maka, sekiranya kita meninggal sebelum mengerjakan shalat itu maka kita meninggal dalam keadaan membawa beban meninggalkan shalat itu.

Demikian pula, hafizh Qur'an yang gak lancar-lancar lalu dia wafat sebelum lancar, tapi dia, dalam hatinya, begitu kuat, ingin lancar, dan azam akan lancar, dan berusaha, maka dia wafat seakan-akan sudah lancar.

Maka, selalulah berazam dan berusakan menunaikannya, kalau kita tidak mutqin di dunia maka mutqin di akhirat. Dan, itulah sebaik-baik hafalan.

Walaahu A'lam
Deden M. Makhyaruddin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kisah ta'aruf kami

6 Metode Komunikasi Berbasis Al-Quran: Solusi Dakwah Qoulan yang Inspiratif dan Inovatif

KEBAHAGIAAN SEJATI